pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan nama / jenis soket ini, yap soket type C. soket jenis ini banyak sekali digunakan baik di ponsel, komputer, laptop, maupun alat2 aksesoris lain seperti kipas portable dll.
di artikel ini kita bahas sedikit mengenai soket ini ya, yuk langsung aja
soket ini ada 2 jenis utama ya..Male dan Female
Male yang bagaimana? male ini yang biasanya di ujung kabel charger kalian sedangkan yang tertanam di device adalah tipe female
jumlah dan posisi pin
jumlah pin typeC ini juga bervariasi ya, namun umumnya 24Pin, 16Pin, dan 12 pin. Kalau kalian lihat soket yang 4 / 5 / 6 pin biasanya pin bawaanya sudah disederhanakan (biasanya sudah ada pcbnya untuk menyederhakan jalurnya karena tidak semua sistem membutuhkan full pinout type C)
24 Pin
soket typeC yang memiliki 24Pin ini memiliki 12 Pin di bagian atas dan 12 Pin di bagian bawah ya seperti gambar di bawah ini

untuk penamaan soket ini juga banyak sekali, seperti contoh yang kami berikan di atas. Untuk soket typeC plug ini sebutan lain dari soket tipe male ya atau tipe jantan sedangkan untuk soket typeC receptacle ini adalah sebutan dari soket tipe female atau betina.
kalau diperhatikan dari pinOut sebenarnya soket typeC ini unik karena memang didesain “mirroring” secara horizontal jadi ketika soket male dan female bertemu maka pin yang tepat akan saling terhubung, jadi untuk pemula kadang memang akan sedikit membingungkan tapi ada sedikit tips nih dari kami untuk membedakan pinOUt tipe male dan female
untuk tipe male, jika kalian cek pin A6 dan B6 menggunakan multimeter kedua pin ini memiliki hambatan 0 Ohm atau akan berbunyi beeeep jika pengukuran di mode beep karena ya memang secara standar resmi usb C pin D+ sudah dihubungkan atau dijumper langsung di dalam logam konektornya sedangkan di tipe female tidak.
Selain itu ada perbedaan mencolok juga dari soket type C male dan female yaitu pin CC. Pada soket type C female pin CC memiliki 2 pin yaitu CC1 (A5) dan CC2(B5) sedangkan di soket male hanya memiliki satu pin CC sejati yaitu CC (A5)
Keterangan Pin
untuk memudahkan dan menyederhanakan, kita kelompokkan saja ya pinout dari soket type C ini
- Power dan Ground : pin pin ini berfungsi untuk menyalurkan / mengalirkan aliran listrik mulai dari 5V (cas biasa) hingga fast/super charging)
- VBUS (A4, A9, B4, B9) : ini merupakan pin/ jalur utama tegangan positif.
- GND (A1, A12, B1, B12) : jalur negatif atau ground, pin ini letakknya di paling ujung kedua sisi dari soket ya baik yang bagian atas maupun yang bagian bawah
- Konfigurasi dan Seting : nah pin pin ini fungsinya untuk mengkonfigurasikan penggunaan dari soket type C termasuk pengaturan berapa besar arus yang dibutuhkan oleh device kalian, nah disini ini kalian bisa menyeting apakah tegangan dan arus yang disalurkan biasa/normal atau fast charging
- CC1 (A5) & CC2 / VCONN (B5) : pin untuk menyeting/konfigurasi. CC1 berfungsi mendeteksi arah colokan (apakah posisinya normal atau terbalik) dan memberi tahu pengisi daya berapa arus yang dibutuhkan perangkatmu. Pada konektor Male, salah satu pin CC (biasanya B5) akan dialihfungsikan menjadi VCONN. Jalur VCONN ini dipakai untuk memberi daya listrik mandiri sebesar 5V ke E-marker chip (chip pintar yang ada di dalam kabel-kabel Type-C mahal berkualitas tinggi).
- SBU1 (A8) & SBU2 (B8): Jalur cadangan ini jarang dipakai untuk cas biasa. Fungsi utamanya adalah mentransmisikan data tambahan saat USB-C digunakan untuk mode alternatif, seperti mengirimkan sinyal audio analog ke headset atau jalur kontrol saat dicolok ke monitor (DisplayPort).
- Data : pin ini disediakan agar soket type C tetap bisa terhubung dengan tipe soket sebelumnya seperti USB A dll yang masih menggunakan teknologi usb 2.0
- D+ (A6, B6): Jalur data positif untuk kecepatan USB 2.0 (Max 480 Mbps).
- D- (A7, B7): Jalur data negatif untuk kecepatan USB 2.0.
- Data Kecepatan Tinggi (SuperSpeed USB 3.0+) : pin pin ini memiliki 4 pasang jalur dengan pelindung khusus. Jalur inilah yang membuat USB-C bisa mentransfer data bergiga-giga dalam hitungan detik atau memancarkan video resolusi 4K/8K ke monitor.
- TX1+ (A2) & TX1- (A3): Jalur pemancar (Transmit) data kecepatan tinggi nomor 1
- RX1+ (B11) & RX1- (B10): Jalur penerima (Receive) data kecepatan tinggi nomor 1
- TX2+ (B2) & TX2- (B3): Jalur pemancar (Transmit) data kecepatan tinggi nomor 2 (aktif saat kabel dibalik atau saat mode dual-lane).
- RX2+ (A11) & RX2- (A10): Jalur penerima (Receive) data kecepatan tinggi nomor 2.
16 Pin
untuk type C 16 pin ini adalah versi sederhana dari versi 24 Pin yang beberapa pinnya dikurangi / dihilangkan. Apa saja pin yang di kurangi?

Pin RX1,2 TX1,2 ini merupakan jalur transfer data diferensial berkecepatan tinggi yang mendukung transfer data berkecepatan tinggi untuk standar USB 3.0, 3.1, hingga USB 3.2. Selain data USB biasa, pin RX/TX ini juga bisa dialihfungsikan (repurposed) untuk membawa sinyal jenis lain seperti video DisplayPort atau HDMI saat dihubungkan ke monitor eksternal.
mengapa pin-pin ini dihilangkan?
alasan utamanya adalah untuk memangkas biaya produksi pada perangkat yang tidak membutuhkan transfer data berkecepatan tinggi dan hanya berfokus untuk Pengisian Daya cepat (Fast Charging / Power Delivery) dan transfer data standar.
Karena pin TX/RX (SuperSpeed) dihilangkan, komunikasi data pada soket 16-pin dialihkan sepenuhnya ke pin D+ dan D- (jalur USB 2.0). Akibatnya, kecepatan transfer data maksimalnya dibatasi hanya sampai 480 Mbps (setara USB 2.0), bukan berkecepatan Gbps seperti pada soket 24-pin
12 Pin
kita lanjut ke 12 Pin, jika sebelumnya pada soket typeC 16 pin kita melihat pin VBUS (daya) dan GND (ground) masing-masing memiliki 4 jalur terpisah untuk mendukung arus listrik yang besar. Pada soket 12-pin, jalur-jalur tersebut digabungkan langsung di dalam struktur fisik konektornya (4 pin VBUS digabung menjadi 2, dan 4 pin GND digabung menjadi 2). Selain itu, pin SBU1 & SBU2 biasanya dihilangkan sama sekali.